FJSLoad berfungsi untuk me-load file-file javascript secara dynamis. Sehingga kita tidak perlu lagi mengetikkan tag html untuk me-loading file javascript kita pada file html (baca: statis). Dan script ini memiliki ketergantungan dengan script _creaEl
Dibawah ini adalah contoh loading file javascript secara statis.
<html> <head> <script language="javascript" type="text/javascript" src="myscript_1.js"> <script language="javascript" type="text/javascript" src="myscript_2.js"> <script language="javascript" type="text/javascript" src="myscript_3.js"> </head> <body> </body> </html>
Pada contoh diatas terlihat bahwa file myscript_1.js, myscript_2.js dan myscript_3.js diloading bersamaan. Bila kebutuhan dan pemakaiannya secara bersamaan tidak akan menjadi masalah. Tetapi akan sayang bila yang digunakan adalah yang ada di dalam myscript_1.js saja. Maka myscript_2.js dan myscript_3.js berada di memory tetapi tidak digunakan.
Dengan FJSLoad kita bisa menentukan kapan saat file-file javascript kita diloading. Cukup dengan perintah FJSLoad.actLoad(”myscript_1.js”), FJSLoad akan membuat element script untuk meloading file myscript_1.js dan ditempatkan pada element head.
Dan bila Anda menginginkan link tersebut tidak muncul lagi di element head setelah proses selesai, tambahkan FJSLoad.actRemoveLink(”myscript_1.js”) pada baris akhir di dalam file myscript_1.js. Tetapi variable memory atau object yang dihasilkan oleh myscrip_1.js tetap ada dalam memory.
Script lengkapnya adalah sebagai berikut:
var FJSLoad={
arLink:[], /* array untuk menampung data link yang telah dibuat*/
oHead:"",
actLoad:function(src)
{
if(this.oHead instanceof Object){}else{this.oHead=window.document.getElementsByTagName()[0];};
var xLink=_creaEl("script",[{nm:"language",v:"javascript"},{nm:"type",v:"text/javascript"},{nm:"src",v:src}]);
if(this.oHead instanceof Object)
{
this.oHead.appendChild(xLink);
arLink.push({id:src,v:xLink});
return true;
}
return false;
},
actRemoveLink:function(src)
{
for(var i in arLink)
{
if(!isNaN(i)){continue;};
if(arLink[i].id==src)
{
var xLink=arLink[i].v;
if(xLink.parentNode)
{
xLink.parentNode.removeChild(xLink);
arLink.slice(i,1);
return true;
};
};
}
return false;
}
};
Script ini telah dicoba pada browser Mozilla Firefox. Untuk browser lainnya silahkan dicoba sendiri.

hmm…saya rasa lebih enak yang manual mas..
jadi kita dengan gampangnya bisa manage code yang kita pakai…..
Iya mas sesuai dengan yang telah saya tulis,”Bila kebutuhan dan pemakaiannya secara bersamaan tidak akan menjadi masalah”. Dan biasanya untuk yang tidak terlalu komplek lebih enak menggunakan yang manual.
Kalau untuk script yang komplek dan terutama yang panjang-panjang dikuatirkan browser loadingnya terlalu lama. Dan kalau terloading semua tetapi tidak digunakan kan sayang memory-nya,mas.
Oleh kerena itu script saya pecah-pecah menjadi module. Seperti module
Master-master, Transaksi-transaksi, Laporan-laporan yang didalamnya sudah ada form builder, proses, dsb khusus untuk masing-masing module. Dan variablenya juga berbentuk object, property dan method. Dan ketika di close, bener-bener hilang dari memory.
Memang semuanya terkemas dalam Aplikasi, tetapi kalau di load semuanya pc client bisa babak belur dan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Agar lebih nyaman, script diload sesuai kebutuhan. Bila tidak terpakai dihilangkan dari memory.
FJSLoad-lah yang menjadi salah satu yang membantu disini.
Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya.