<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Javascript [OOP]: FJSLoad dynamic javascript script loader</title>
	<atom:link href="http://rindudendam.wordpress.com/2008/07/10/javascript-oop-fjsload-dynamic-javascript-script-loader/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindudendam.wordpress.com/2008/07/10/javascript-oop-fjsload-dynamic-javascript-script-loader/</link>
	<description>Akhir adalah Awal ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2009 08:07:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: RinduDendam</title>
		<link>http://rindudendam.wordpress.com/2008/07/10/javascript-oop-fjsload-dynamic-javascript-script-loader/#comment-14</link>
		<dc:creator>RinduDendam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 10:16:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rindudendam.wordpress.com/?p=22#comment-14</guid>
		<description>Iya mas sesuai dengan yang telah saya tulis,&quot;Bila kebutuhan dan pemakaiannya secara bersamaan tidak akan menjadi masalah&quot;. Dan biasanya untuk yang tidak terlalu komplek lebih enak menggunakan yang manual. 

Kalau untuk script yang komplek dan terutama yang panjang-panjang dikuatirkan browser loadingnya terlalu lama. Dan kalau terloading semua tetapi tidak digunakan kan sayang memory-nya,mas.

Oleh kerena itu script saya pecah-pecah menjadi module. Seperti module
Master-master, Transaksi-transaksi, Laporan-laporan yang didalamnya sudah ada form builder, proses, dsb khusus untuk masing-masing module. Dan variablenya juga berbentuk object, property dan method. Dan ketika di close, bener-bener hilang dari memory.

Memang semuanya terkemas dalam Aplikasi, tetapi kalau di load semuanya pc client bisa babak belur dan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Agar lebih nyaman, script diload sesuai kebutuhan. Bila tidak terpakai dihilangkan dari memory.

FJSLoad-lah yang menjadi salah satu yang membantu disini.

Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya mas sesuai dengan yang telah saya tulis,&#8221;Bila kebutuhan dan pemakaiannya secara bersamaan tidak akan menjadi masalah&#8221;. Dan biasanya untuk yang tidak terlalu komplek lebih enak menggunakan yang manual. </p>
<p>Kalau untuk script yang komplek dan terutama yang panjang-panjang dikuatirkan browser loadingnya terlalu lama. Dan kalau terloading semua tetapi tidak digunakan kan sayang memory-nya,mas.</p>
<p>Oleh kerena itu script saya pecah-pecah menjadi module. Seperti module<br />
Master-master, Transaksi-transaksi, Laporan-laporan yang didalamnya sudah ada form builder, proses, dsb khusus untuk masing-masing module. Dan variablenya juga berbentuk object, property dan method. Dan ketika di close, bener-bener hilang dari memory.</p>
<p>Memang semuanya terkemas dalam Aplikasi, tetapi kalau di load semuanya pc client bisa babak belur dan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Agar lebih nyaman, script diload sesuai kebutuhan. Bila tidak terpakai dihilangkan dari memory.</p>
<p>FJSLoad-lah yang menjadi salah satu yang membantu disini.</p>
<p>Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: okta sihotang</title>
		<link>http://rindudendam.wordpress.com/2008/07/10/javascript-oop-fjsload-dynamic-javascript-script-loader/#comment-13</link>
		<dc:creator>okta sihotang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 07:32:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rindudendam.wordpress.com/?p=22#comment-13</guid>
		<description>hmm...saya rasa lebih enak yang manual mas..

jadi kita dengan gampangnya bisa manage code yang kita pakai.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm&#8230;saya rasa lebih enak yang manual mas..</p>
<p>jadi kita dengan gampangnya bisa manage code yang kita pakai&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
