Pagi hari yang dingin enaknya diawali dengan secangkir teh anget sambil baca-baca detikinet. Dari atas membaca satu persatu judul yang ada sampai akhir tertuju pada suatu judul yang menggelitik rasa untuk mengetahui lebih jauh.
Editor detik telah berhasil untuk mentrigger pembaca.
Selanjutnya dihantarkan ke halaman detilnya dengan judul yang sama terpampang dengan huruf yang besar.
Hati mulai gerah … suasana jadi ngga enak … Tapi proses membaca masih dilanjutkan sampai menemukan kata tersebut …. lagi.
Duh .. neg deh …
Dari pada hoek-hoek … untuk mencurahkan rasa neg … saya ketik tulisan ini.
Kenapa harus dengan kata Indonesia dipecundangi Malaysia ? Akan lebih enak dibaca bila, Malaysia lebih unggul dari Indonesia.
Bila lagi enak hati akan memicu semangat untuk menjadi lebih baik. Tapi kalo lagi eneg hati akan menyurutkan semangat bahkan bisa lebih negatif lagi … ngajak berantem dengan Malaysia.
Mau ?
Mari kita Indonesiakan Indonesia dengan olah gerak yang manis nan indah bukan asal Indonesia.
Hal besar adalah kumpulan hal kecil.
Maaf kalau saya lagi eneg dan mencoba menyampaikan … walau tidak ada satu ayat.





kalo itu sih provokasi
kita brand Image orang indonesia dengan cara upgrade potensi kita UNTUK lebih unggul dari Malaysia!!
itu baru semangat….
salam
Farid
Yaapp…
Kata-kata tersebut berkesan sangat merendahkan bangsa sendiri, seharusnya dipilih yang lebih halus lagi.